Qeong_UnguAugust 23rd 1985 (Age 24) Female Balikpapan The inspirators who bring inspirations that inspirate me
• Koenil
• Buderfly
• Objects I Catch
• Agustinus Wibowo
• Iman Brotoseno
• Indonesia Buku
Medical Interactive
• Pak dokter Yusuf
• Pak dokter Yusuf-Solo
• Pak dokter Moki-Samarinda
• Pak dokter Tito-(dokter hewan)-Yogyakarta
• Tanpa Pita Suara
Sharing Hobbies
• Fotografer.net
• FNers Kaltim
• Backpackers Indonesia
• Sahabat Museum
• Kompas Comunity
• Good Reads
Blogroll
• Kalimantan Timur
Balikpapan:
Deenda, Azwar, Keluarga Fyto, Devy Haryanto
Samarinda:
Neeta, Timpakul
Penajam Paser Utara:
Cepaxu
Tarakan:
Rian, Santoso Prihadi, Fadil
• Kalimantan Selatan
Banjarmasin:
Mashuri
• Kalimantan Tengah
Palangkaraya:
HelgeDuelbeK
• DKI Jakarta
Dhie, Keluarga Dhenny, Prayogo, Aulia, Andini, Bataviase Nouvelles
• Jawa Barat
Dewi Praz
• DI Yogyakarta
Unai
• Sumatera
DeeAry, Max
• Nusa Tenggara
Idepp
• Abroad
Azfa, Anisa, Riha
• Other
Nadia Alwi, Rain, Iko, Landy, Guest Jo, Kodok Lapar, Alle, Ibsfighter, Yarramall, News Technology
[blog title]
|
|
|
 |
|
Wednesday, June 06, 2007
Click for more pictures Tiap-tiap perjalanan memiliki tujuannya sendiri-sendiri. Kebanyakan tujuan itu ditetapkan sejak awal, sampai kepada langkah-langkah konkret yang harus dilakukan terencana dengan baik. Sehingga hasil akhirnya dapat memuaskan si empunya perjalanan.Namun tidak jarang juga perjalanan dimulai dari titik nol. Baik hati maupun pikiran kosong melompong, kecuali terhadap rencana bagaimana menjaga raga agar tetap aman dan terpelihara. Ruang kosong itu terus dibawa kemana-mana, meski dengan tujuan terarah untuk langkah kaki namun tidak untuk hati. Gagasan maupun proses yang teratur belum dapat memuaskan apa-apa.Rongga itu terus dibawa-bawa, kemana saja. Tidak perduli perjalanan itu akan berguna atau tidak. Jika apa yang ingin dicari saja tidak diketahui, lalu bagaimana bisa mengukur hasil yang dicapai?Aku terus mempertanyakan itu, sebab walau sampai lelah tubuhku bergerak namun hatiku belum kenyang juga. Pertanyaan itu diam-diam muncul perlahan dan pasti, merongrong tiap menit tenang sebab dia tahu berdiam diri tanpa melakukan apa-apa adalah perbuatan yang tidak disenangi. "Apa yang aku cari?"Dan hari ini rongga itu sudah penuh, pertanyaan sudah terjawab. Kemudian merasa lebih kaya dan lebih punya bobot. Ternyata secara diam-diam ketidak yakinan yang selama ini dianggap senjata paling ampuh mempertahankan diri agar tidak terluka karena kecewa malah jadi senjata pembunuh diri sendiri sebab kehilangan tekad. Kekosongan tadi diperparah dengan kehilangan arah.Lalu ketika semua sudah terselesaikan, merasa gagal mengenali kebutuhan sendiri dan sadar telah membuang waktu. Meskipun juga tahu punya keyakinan atau tidak sama saja tidak menyenangkannya.Tapi sekarang aku sudah penuh, sudah berat lagi. Aku akan pulang sebagai Qee, sebagaimana selama ini.Dan terima kasih.....sudah meninggalkan aroma kain berpewangi terguyur hujan lalu kering dengan sinar matahari dan udara berpolusi.....sepanjang malam ini.Kediaman diatas kepala orang-orang yang sibuk mempertahankan hidup. Lenteng Agung-Jaksel
|
|
|