Click for more picturesSetiap karya adalah masterpiece, tidak ada duanya. Karena
meskipun dua buah benda yang serupa dikerjakan oleh orang yang sama namun
setiap benda memiliki sejarahnya sendiri sendiri. Ada yang dibuat dalam keadaan hati senang
sehingga hasilnyapun menyenangkan hati, sementara ada juga yang dibuat dalam
keadaan hati kesal hingga sebagus apapun jadinya suatu karya karena hati si
pembuat sedang kesal hasilnya tetap saja terasa kurang pas.
Secanggih apapun teknologi yang digunakan dalam membentuk
sebuah benda yang diinginkan tetap saja peranan manusia di baliknya tidak bisa
diabaikan. Mulai dari imaginasi, merancang, proses, hingga finishing, semua
dilakukan di bawah pengawasan akal manusia. Melalui standar kenyamanan jika
benda benda itu adalah properti, harus melewati standar kesehatan jika itu
adalah bahan pangan dan sejenisnya, juga harus melewati standar keamanan jika
itu adalah safety tools.
Sebuah sistem standarisasi dibentuk untuk kenyamanan dan
keselamatan orang yang menjadi pengguna, dengan harapan tidak terjadi hal hal
yang tidak diinginkan, atau paling tidak meminnimalisir resiko. Membuat sistem
standar sendiri bukanlah hal yang mudah, apalagi sampai menghasilkan benda yang
sesuai keinginan dan kebutuhan banyak orang. Tentu dengan harapan agar apa apa
yang sudah dikerjakan dapat memberi manfaat bagi orang lain.
Jika disederhanakan, kita sebagai para pengguna, hanya bisa
menghargai jerih payah orang lain hingga kita bisa merasakan keamanan dan
kenyamanan sesuai harapan. Namun kebanyakan hal demikian tidak terperhatikan,
atau lebih buruk lagi diabaikan. Contohnya saja dengan mudahnya kita melepas
kaca spion yang sebenarnya diperuntukkan bagi keselamatan jiwa kita sendiri.
Kita mengorbankan kebutuhan pribadi kita atas penghargaan kepada orang lain
hanya dengan keinginan bergaya. Bagaimana kita bisa menghargai masterpiece
orang lain jika keselamatan diri sendiri saja tidak ada harganya.
Apa hanya spionase saja yang butuh spion (?)