Penuh pertimbangan, penuh kira kira. Sebentar sebentar berembuk untuk menyepakati sebuah ide baru, agar energi dan niat yang selama ini sudah dihabiskan dalam hitungan tahun tidak sia sia. Agar tidak ada kesedihan tertumpah ruah, meratapi kegagalan yang hanya diwujudkan selembar kertas putih penuh basa basi sebelum kata "tidak lulus" dapat dicerna.
Dan semua itu untuk keberhasilan putra putri orang lain, dan semua itu untuk kebanggaan buah hati orang lain, untuk gemilangnya cita cita di masa depan anak anak orang lain.
Dan kemudian kami akan lupa, dan merekapun tidak perlu ingat. Semua akan berlalu ditimpas hal hal baru. Siklus beban kerja yang makin bertambah seiring hari bersama tuntutan akan hasil yang juga makin tinggi. Dan merekapun akan meneruskan hidup, memasuki siklus perjuangan serupa yang hanya beda bentuknya saja.
Sehingga jika suatu kali nanti tak sengaja bersua, hanya kalimat dalam hati yang menjadi ekspresi, "Dia pernah jadi anak didikku, dan berhasil". Meskipun padanannya hanya "Dia pernah menjadi pendidikku"
….. tanpa dan-…..
Qee,
UAN-UAS Tahun Pelajaran 2006/2007