Click for more picturesMenjadi guru sama
artinya menyerahkan kulit daging tulang untuk dipersembahkan hidu-hidup di
hadapan pedang dua mata; utara dan selatan dari gagang pedang. Dramatis memang.
Di satu sisi guru
adalah panutan, contah yang harus jadi suri tauladan. Peri hidupnya,
pendapatnya, sikap dan tingkah lakunya, bahkan tatapan matanya bisa jadi contoh
bagi anak-anak untuk ditiru. Motivasi anak-anak membuat keputusan bisa disadari
dari pengalamannya melihat, pernah atau tidak ya guruku melakukan ini.
Sebagai ibu
kedua, sebagai bapak kedua, sebagai saudara kedua, sebagai rumah kedua.
Dan semua itu
kiranya dapat terwujudkan...
Jika kehidupan si
guru terjamin. Jika sandang papan pangan anak istri suami terlengkapi. Jika beban
mental tekanan kebutuhan sehari hari bisa berkompromi. Jika lingkungan tidak
memaksanya menjadi pemburu. Jika di hati dan kepalanya tidak melulu berisi
ambisi.
Dan semua itu
kiranya dapat terwujudkan...
Kalau kanan kiri
jadi contoh baik budi pekerti. Kalau atas bawah membawa dampak positif bagi
harga diri. Kalau jalan berliku yang namanya regulasi tidak melulu bikin repot.
Kalau tertunjang kekayaan iman dan intelektualnya dengan asupan cukup nutrisi.
Dan semua itu
kiranya dapat terwujudkan...
Jika yang namanya
jika bukan lagi jika...juga bukan lagi kalau...