Qeong_UnguAugust 23rd 1985 (Age 24) Female Balikpapan The inspirators who bring inspirations that inspirate me
Koenil
Buderfly
Objects I Catch
Agustinus Wibowo
Iman Brotoseno
Indonesia Buku
Medical Interactive
Pak dokter Yusuf
Pak dokter Yusuf-Solo
Pak dokter Moki-Samarinda
Pak dokter Tito-(dokter hewan)-Yogyakarta
Tanpa Pita Suara
Sharing Hobbies
Fotografer.net
FNers Kaltim
Backpackers Indonesia
Sahabat Museum
Kompas Comunity
Good Reads
Blogroll
Kalimantan Timur
Balikpapan:
Deenda, Azwar, Keluarga Fyto, Devy Haryanto
Samarinda:
Neeta, Timpakul
Penajam Paser Utara:
Cepaxu
Tarakan:
Rian, Santoso Prihadi, Fadil
Kalimantan Selatan
Banjarmasin:
Mashuri
Kalimantan Tengah
Palangkaraya:
HelgeDuelbeK
DKI Jakarta
Dhie, Keluarga Dhenny, Prayogo, Aulia, Andini, Bataviase Nouvelles
Jawa Barat
Dewi Praz
DI Yogyakarta
Unai
Sumatera
DeeAry, Max
Nusa Tenggara
Idepp
Abroad
Azfa, Anisa, Riha
Other
Nadia Alwi, Rain, Iko, Landy, Guest Jo, Kodok Lapar, Alle, Ibsfighter, Yarramall, News Technology
[blog title]
|
|
|
 |
|
Thursday, April 12, 2007
Click for more pictures
: m t
Tunai sudah janji Bertemu fisik lalu baca puisi Merespon tulisan kemudian, biar diri belajar teliti
Tekad ini sudah membaja sekian lama Bahwa dimanapun berada Tak patut jadi tokoh antagonis si jago menyakiti Bukan soal kalau masih kurang kosa kata Bukankah itu intinya mencoba
Mari sini, coba sebentar biarkan aku di posisimu Bukan jurus pindah tempat a la Ninja Hatori tentu Kuserap energi bermolekul pengetahuan Biar mengerti kenapa begitu kau berlaku Meski tiada akan dapat membantu
Wahai...,
Engkau lubang hitam Dilumuri tinta gelap tanpa warna selainnya Medan magnet tak terlawan Menarik narik apapun disekitar sesuka suka
Anehnya, Yang kau tarik-tarik tanpa maksud itu merasa bangga Lihat, aku saja bisa berarti buatnya. Begitu kata mereka Sayang mereka tidak tau Yang mati rasa tidak bisa dirayu
Kasihan mereka Yang mengasihanimu saat tertatih Berebut untuk terlihat peduli penuh simpati Menuju suatu tempat, atau suatu masa, atau suatu ujung Yang semua juga tau, ujung bagimu adalah tidak ada
Kau kelelahan, pucat Maka berebutlah para pengiring berjongkok lebih dulu Untuk sekedar mempertontonkan Bahwa dia... dia ...dan dia siap jadi teman
Tapi siapa nyana Cukup satu dua kali kembali jatuh tertunduk lemas Maka tiada lagi yang rela duduk di sampingmu Membuang waktu katanya Mulailah diseret seret kemauan Agar lekas sampai tujuan Jangan manja!, hardiknya Berdirilah biar gagah!, katanya
Dan engkau? Menurut saja tentu Toh luka sudah menjamur, ditambah lecet sedikit-sedikit tak mengapa Masih menurut, masih mengiyakan Sampai mereka sendiri bosan Kembali lagi si luka di tinggal sendirian
Kasihan, Dipikirnya sebegitu mudah diperdulikan karena simpati Dikiranya belas kasihan sudah cukup, mencari benefit timbal balik Hanya seperti membuat kebohongan kebohongan sendiri Gila rasa yang tak sudah sudah Lalu akhirnya jadi obsesi Karena mereka tidak tau, yang mati rasa tidak bisa dirayu
Engkau lubang hitam Tampak seram menakutkan Namun ternyata di dalamnya terpendam gula batu Membuat siapapun mencoba memenuhi stoples mereka dengan gulamu satu persatu
Dan inilah pilihan Jadi jalur nyata kemana tujuan Usah hiraukan yang tak ingin di perhatikan Biar tertarik-tarik dalam medan magnetmu Tetap kau tak bertanggungan jawab atas apa-apa Engkau dan mereka sama juga punya pilihan Dibuntuti konsekuensi masing-masing
Tapi tidak apa wahai pemilik nafas memburu Seperti sudah-sudah kuulang padamu Ada jatah untuk kita masing-masing Jatah tahu dan tidak tahu Jatah melihat maupun terpejam justru tepat saat peristiwa penting lewat
Biar ku istilahkan, Ku suka mendung kau suka hujan Ujung perkaranya masih sama Kelam...basah...dan menggigil jua Tapi tak ku takut kau kedinginan Toh masih lagi berwujud pelindung si pipi tembem Penghangat alami tanpa takut padam listrik
Sungguh benar mereka menyalur simpati Hanya caranya saja kurang berilmu Bertekad, terobsesi, ...lalu malah kecanduan sendiri Bagai menggenggam daun ganja di tangan Tak cukup helai lima tapi enam Walau lebih mirip daun singkong buatku Tapi tolong jangan tertawa
.. (meski aku senang lihat dirimu tertawa)
Aku, yang masih yakin tidak akan bertemu...lagi
(tertulis September 2006)
|
|
|