Qeong_Ungu
August 23rd 1985  (Age 24)
Female
Balikpapan

The inspirators who bring inspirations that inspirate me
• Koenil
• Buderfly
• Objects I Catch
• Agustinus Wibowo
• Iman Brotoseno
• Indonesia Buku

Medical Interactive
• Pak dokter Yusuf
• Pak dokter Yusuf-Solo
• Pak dokter Moki-Samarinda
• Pak dokter Tito-(dokter hewan)-Yogyakarta
• Tanpa Pita Suara

Sharing Hobbies
• Fotografer.net
• FNers Kaltim
• Backpackers Indonesia
• Sahabat Museum
• Kompas Comunity
• Good Reads

Blogroll
• Kalimantan Timur
Balikpapan:
Deenda, Azwar, Keluarga Fyto, Devy Haryanto
Samarinda:
Neeta, Timpakul
Penajam Paser Utara:
Cepaxu
Tarakan:
Rian, Santoso Prihadi, Fadil

• Kalimantan Selatan
Banjarmasin:
Mashuri

• Kalimantan Tengah
Palangkaraya:
HelgeDuelbeK

• DKI Jakarta
Dhie, Keluarga Dhenny, Prayogo, Aulia, Andini, Bataviase Nouvelles

• Jawa Barat
Dewi Praz

• DI Yogyakarta
Unai

• Sumatera
DeeAry, Max

• Nusa Tenggara
Idepp

• Abroad
Azfa, Anisa, Riha

• Other
Nadia Alwi, Rain, Iko, Landy, Guest Jo, Kodok Lapar, Alle, Ibsfighter, Yarramall, News Technology



   


Free Web Counter

hit Counter





OST Stairway To Heaven


Please use Internet Explorer any version to listen the music


August 2007
Statis

July 2007
Gemar menyakiti
Negeri entah eerantah itu masih ada

June 2007
Sketsa Cerita Sang Pelengkap Cerita
Kosong lalu terisi

May 2007
Jangan bicarakan pejantan didepan pejantan lain
Kepala Batu
Lepas
Bergerak
Habis
Berubah
Spionnya Spionase
Tirai Robek diatas Kepala

April 2007
Tanpa dan-...
Lusuh
Salam Perpisahan
Medan Morfik
Meluap
Gelombang Meta
Bungkam
Aku juga lihat!
Ah...pernikahan
I like you really
Menceritakan Daku
Sesaat Setelah Hujan
Ternyata...
Proporsional
Berlubang
Bu Gendut yang Kurus

March 2007
Hancur Perisaiku
Terus menerus dimaklumi
Parsel Istimewa

February 2007
Bukan Pada Tempatnya
Terbiasa Timpang
Ngiler
Rendezvouz
Balas Dendam
Unconcious
Walk with...
Ego dan Sambal
Sejarah Lagi
Sejarah
Perlindungan

January 2007
Celaka
Perpaduan
H5N1
Menghitung Pengalaman

Desember 2006
Bundaku
Melindungi Diri

November 2006
Menyimpang
Memahami

October 2006
Melepuhnya Tangan Mungil
A Walk to Tenggarong
Permohonan Maafku
Presiden Juga Manusia
Melebur
Salah Pilih
Semacam Clairvoyance
Brain Works
Obsesi Cermin
Disakiti Sedemikian Rupa
Memikirkan Diri
Mummayiz
Diberi Kemarahan
Sejarah Kelam RI

September 2006
Happy Birthday Pipi Tembem!
Ramadhan datang lagi
Menghormati Dedikasi
Marah
Pernah
Sedang Melakukan
Permulaan
Bicara
Diam
Preman
Hari Lahir
Merasa Beruntung
Iri
Qee di atas 17 tahun
Balapann
Ambil Bagian
Curang
Riuh
Lidah Kalimantan
Menikah
Kenapa Begitu??
Meledug
Khianat
Lelah...
Hasrat ingin Makan
Kabur
Bersama Keluarga
Kemarau
Chan & Bora
Menerima pilihan
Panggilan Pengadilan
Penderita Penyakit Lemot
Nongol di Jendela
Tidak Sama, Lho!!
Menyeberang Jalan
Investasi Sosial
Hadiah Besar Datang Lalu Pergi

August 2006
Surat Untuk Qee Setahun Mendatang
Gelombang Alpha
Pernikahan Siti
Si jelek dan Si buruk rupa

July 2006
Phone Cell
Masih tentang PHK
Surat Dari Qatar #2
Surat Dari Qatar #1
Objek Quantum
PHK (Pemutusan Hubungan Kejengkelan)
Maaf, Aku Marah
Samar, Abu-abu, Gelap
Kenapa Aku??
Garis Pembatas Rinduku

June 2006
Dear Friends
Keseimbangan
Bergaining Position
Dikelilingi Anak Miskin
Senyum Kalian Itu!!
Menjadi Bijaksana
Agar Anda Percaya
Jangan Masuk Surga!!
Negeri Jiboh
Makan Api
Suamimu Itu Lho, kebangetan!!
The Last Samurai
Namanya Hendi
Dikasihani
Suara Gaib
Frozen Wings
Rolland Jenerio Sarayar
Dezhak Rabbin
Sebelum Tewas
Want A Normal Life
Membuang Anak
Roh Jahat
Kritik (=) Serangan

May 2006
Mati Berjamaah
Belajar Membantu
Mimpi Tentang Mati
Panggil Aku Betty
Gempa dan Luka
Mendua atau Mentiga??
Dijadikan Korban
Bayi dimana-mana
Kehilangan (lagi)
Papa, carry me up...
Fleksible
Jago Bengong
Guru

April 2006
Intimacy
Benarkah Aku Sehebat Itu?
Pak Tukang

March 2006
I Hate Poetry
Weird Things
Separi

February 2006
Protes Sambil Tarik Ingus
Travelling to South Kalimantan
Kan Kubuat Engkau Cantik, Wahai Wanita

January 2006
Phobia
Pingin Romantis

December 2005
Jamu
Broken Arms
Scale/Skala
Ditegur TNI
Singapore -_- Singapura


November 2005
High Heels


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, April 07, 2007
Proporsional

Click for more pictures

Seorang ibu (dengan usia yang memang sudah pantas menjadi ibu) duduk santai dalam sebuah kumpulan para ibu di depan warung sembako. Beliau ini orang yang pendiam, jadi meskipun terlibat dalam club rumpi tapi perannya lebih banyak sebagai pendengar dan penonton saja. Pembawaannya yang terlampau tenang (dan terkenal malas) membuatnya selalu ketinggalan berita (dan dia tidak peduli).

Anak si Ibu, seorang putri berumur 2 tahun sedang bermain sendirian diantara semak dan bunga-bunga. Semak dan kumpulan bunga ini adalah milikku, di halaman depan rumahku. Ibuku yang melihat dari dalam rumah serta merta keluar dan menyampaikan begini pada si Ibu: “Mbak Ani, itu lho si Salva main di rumput, awas, disitu banyak semut gatal”, dengan harapan si Ibu segera 'menyelamatkan' anaknya dari kemungkinan berbahaya. Tapi sayangnya ibuku hanya mendengar kalimat begini: “Salva....jangan main disitu nak! Banyak semut!” (itupun dengan nada suara yang malas), tanpa sedikitpun beranjak dari tempat duduknya. Tidak lama kemudian Salva menjerit keras dan menangis. Tapi respon apa yang diberikan sang Ibu? Ini yang mengejutkanku, beliau berkata dengan lantang tapi malas: “Tu sih!! Kapoookk!! Sudah dikasih tau banyak semut nda percaya!”. Lho??

Salva sendiri sangat pendiam (bahkan hampir tidak pernah bicara). Emosi satu satunya yang dia tau hanya menangis, senyumpun jarang. Orang tuanya pendiam, keluarga besar tempat dia tinggal tidak saling menyayangi. Paman dan Bibinya senang mencubit pahanya hingga menangis, tangisannya dibuat permainan asik bagi orang dewasa. Terlalu banyak orang yang tinggal di rumah kecil itu sehingga selalu kotor dan berbau tidak sedap. Sepupu sepupunya yang lebih besar senang menjadikannya korban gigitan, cakaran, ataupun rebutan mainan hanya karena dia tidak bisa melawan. Kalimat yang dia mengerti adalah hardikan, perintah dan makian, karena itulah yang didengarnya sepanjang hari sepanjang hidupnya yang masih sangat sebentar.

Dalam usia sedemikian rasanya tidak wajar jika Salva dianggap tidak percaya perkataan orang tua, bukankah dia belum mengenal apa itu percaya. Sangat tidak adil membiarkannya mengambil tindakan sendiri untuk melindungi tubuhnya sementara dia belum tau apa itu bahaya dan apa itu perlindungan diri. Si ibu tidak memberikan hal hal yang dibutuhkan Salva secara proporsional misalnya perlindungan, ajakan untuk berkomunikasi, juga perasaan aman. Alih alih mendapatkan pakaian yang baik, kebersihan tubuhnya dengan cara mandi yang benar saja malas dilakukan oleh ibunya. Jadi bisa dikatakan si Ibu belum melakukan perannya sebagai ibu secara proporsional.

Begitu beratkah menjadi orang yang bisa menyikapi segala hal secara proporsional?. Padahal jika di sederhanakan ini hanya soal porsi, mana jatah yang bisa kita berikan dan terima sesuai pada tempatnya.

Suatu hari adik perempuanku yang baru berumur 13 tahun ditinggal berdua saja denganku dirumah. Hujan turun sangat lebat saat itu. Adikku ini terkenal cuek, serampangan tidak seperti anak gadis pada umumnya. Tubuhnya tinggi, padat berisi dan sangat kuat meski tidak gemuk. Nah, tiba tiba hari itu dia mendekatiku yang sedang tenang membaca. Dengan muka mesam mesem, takut takut tapi nekat dia berkata “Mba, aku mandi hujan, Ya?”. Tadinya aku siap menolak, habisnya jika dilihat lihat kok tidak pas sekali badan sebesar itu masih mandi hujan seperti anak kecil. Tapi sekejap kemudian aku tersadar, bahwa adikku ini masih muda, masih butuh kesenangan sederhana, masih suka bermain tidak perduli seberapa besar tubuhnya dan seberapapun sok dewasanya dia, anak kecil ya tetap anak kecil. Akhirnya kuanggukkan kepala, dengan syarat dia hanya boleh bermain di dekat drum disamping rumah yang tertutup pepohonan. Bisa gawat kalau dia bermain dihalaman rumah dengan baju menempel erat ditekan air hujan lalu ada tetangga yang lewat (tentu saja ini tidak kuutarakan sejujur itu padanya).

Betapa pentingnya menyikapi suatu permasalahan secara proporsional dan betapa bermanfaatnya jika suatu masalah disikapi secara proporsional.


Posted at 10:00 pm by Qeong_Ungu

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry