Qeong_UnguAugust 23rd 1985 (Age 24) Female Balikpapan The inspirators who bring inspirations that inspirate me
• Koenil
• Buderfly
• Objects I Catch
• Agustinus Wibowo
• Iman Brotoseno
• Indonesia Buku
Medical Interactive
• Pak dokter Yusuf
• Pak dokter Yusuf-Solo
• Pak dokter Moki-Samarinda
• Pak dokter Tito-(dokter hewan)-Yogyakarta
• Tanpa Pita Suara
Sharing Hobbies
• Fotografer.net
• FNers Kaltim
• Backpackers Indonesia
• Sahabat Museum
• Kompas Comunity
• Good Reads
Blogroll
• Kalimantan Timur
Balikpapan:
Deenda, Azwar, Keluarga Fyto, Devy Haryanto
Samarinda:
Neeta, Timpakul
Penajam Paser Utara:
Cepaxu
Tarakan:
Rian, Santoso Prihadi, Fadil
• Kalimantan Selatan
Banjarmasin:
Mashuri
• Kalimantan Tengah
Palangkaraya:
HelgeDuelbeK
• DKI Jakarta
Dhie, Keluarga Dhenny, Prayogo, Aulia, Andini, Bataviase Nouvelles
• Jawa Barat
Dewi Praz
• DI Yogyakarta
Unai
• Sumatera
DeeAry, Max
• Nusa Tenggara
Idepp
• Abroad
Azfa, Anisa, Riha
• Other
Nadia Alwi, Rain, Iko, Landy, Guest Jo, Kodok Lapar, Alle, Ibsfighter, Yarramall, News Technology
[blog title]
|
|
|
 |
|
Friday, April 06, 2007
Click for more pictures
Abang,.... Tadi kita duduk bersama diemperan sebuah ruang dan waktu. Kau ikatkan tali tali sepatu yang menjuntai tergerus gerus langkah kita. Tapi tahukah abang...tali sepatu kananmu kau ikat dengan tali sepatu kiriku.
Abang,... Kau menarik narik aku lagi tanpa sadar, tersaruk di belakangmu mencoba mengimbangi langkah. Tanpa tujuan jelas kuiayakan saja kaki ini mengiringimu. Begitu ringannya aku sampai tidak terasa.
Abang,... Aku tertahan dalam sebuah garis pembatas ciptaanku sendiri. Terkungkung dalam sebuah persepsi yang kunamakan sadar diri. Atas dasar rentang usia, atas pertimbangan baik buruknya pada efek rasa. Kututup semua akses menuju kebebasan berekspresi, padahal itu hanya soal kesediaan berpendapat.
Abang,... Tanpa sepengetahuanmu telah kau ciptakan lubang besar di dadaku. Lubang bernama kekosongan. Lubang yang penuh daya magnet, menyedot semua emosiku jadi satu.
Lubang ini tercipta atas dasar keinginan untuk mengerti, juga keinginan untuk memberi pengertian. Aku mendengar permintaan untuk mempercayai, dan kuberikan satu untukmu. Aku mendengar permintaan untuk didengarkan, dan kuberikan satu untukmu.
Jangan katakan kau tidak pernah berkata minta didengarkan. Sebab akupun tidak minta engkau meminta untuk didengar.
Disana berhamburan segala pemikiran dalam beragam tingkat kesadaran. Berserakan berjuta kesimpulan yang tiada satupun bisa kuutarakan. Disanalah eksistensi akalku bekerja sekuat tenaga membuat pemahaman demi pemahaman.
Abang,... Gajah itu bukan hewan yang lucu. Telinga lebarnya tidak menarik, belalai panjangnya juga tidak mempesona. Gajah itu hewan yang tidak minta dikasihani tapi dieksploitasi untuk ditonton. Gajah tidak punya kesadaran bahwa dia selalu punya kesempatan untuk menolak ditonton. Gajah juga terpaksa menerima kerangkeng rantai dikakinya dan tidak pernah mencoba lari meski rantai itu tidak terikat pada tonggak manapun. Gajah tidak punya kesadaran bahkan jika yang dililitkan bukanlah rantai tapi hanya beberapa helai benang yang jika dia hentakkan kakinya sedikit saja maka kebebasan mutlak jadi miliknya.
Abang,... Kehidupan terbaik bagimu adalah satu dari sekian permohonanku, tersampaikan pada waktu tertentu, mendengung dan menggema di tiap sel udara. Aku menyayangimu abang, secara bersih dengan catatan terlarang untuk didefinisikan. Aku menyayangimu abang,... Secara bersih...
ah...Abang,... Keluhan Neuromuskuler sampai Dyspepsia-ku kambuh bertubi tubi karena memikirkan pikiranmu...
|
|
|