
Kapanpun waktunya, dan di belahan bumi manapun, sebuah relation antara dua pihak berbeda gender (untungnya di bumi ini sampai sekarang hanya ada 2 jenis, pria dan wanita) selalu diikuti chemistry reaction baik berbentuk simpati, perhatian, kekaguman, semangat, dan lain lain. Efek lanjutan tersebut amat sangat dikhawatirkan muncul pada waktu dan manusia yang salah. Misalnya saja muncul pada 2 orang yang berbeda latar belakangnya, usianya, profesinya, sehingga timbullah simbiosis mutualisme, penghormatan, rasa terima kasih dan lain lain dan kawan kawan.
Pada dasarnya, 2 orang yang menjalin hubungan komunikasi entah itu urusan formal maupun sebaliknya pasti menyadari betul apa yang sedang dilakukan dan apa gunanya, selama berada dalam proses yang dinamakan bersosialisasi. Namun ada kalanya kegiatan bersosialisasi ini ternyata mengganggu rasa aman orang lain. Rasa was was akan kemungkinan buruk dari chemistry reaction yang awalnya memang sederhana. Rasa tidak rela galur galur hidup yang biasanya berjalan lancar mulai menunjukkan gejolak aneh dan tidak biasa. Perbedaan perbedaan kecil tersebut kemudian direspon sebagai gangguan, yang pada akhirnya tentu menimbulkan usaha mem-protect tatanan yang sudah ada agar kiranya tidak terusik gangguan sekecil apapun.
Begitulah kiranya naluri manusia, dilatih dan dibiasakan untuk berjuang mempertahankan kepemilikan pribadinya. Dan memang begitu semestinya, demi menjaga proses kehidupan tetap pada prosedur yang sudah ditentukan. Sehingga masalah bisa dihindari, dan penyebab masalahpun bisa diminimalisir.
Sementara pihak yang dianggap mengganggu juga bisa belajar tentang teori kemungkinan, tentang relativitas. Dilatih utuk waspada karena kebanyakan hal yang dianggap biasa ternyata adalah istimewa dalam pandangan orang lain. Bersikap cepat tanggap dan menghindari posisi 'tidak tau menau' tentang perasaan orang lain, sehingga punya kesempatan lebih besar untuk menghindari terciptanya masalah maupun biang pencipta masalah. Sehingga tidak tampak terlalu bodoh karena tanpa sadar telah menjadi penyebab ketidak sukaan. Juga bisa membuat keputusan sejak awal, jikalau suatu hari berada pada posisi terganggu, maka tidak akan berbuat hal tidak berguna hanya karena praduga yang tidak berguna.